Jangan Ragu Beli Ban Baru Lagi

“Ban diberi kode produksi untuk tracing kualitas missal nilai kebulatan ban sampai material yang terpakai (Gbr.1),” jelasTonny, Technical Service Departmen PT Sumi Rubber Indonesia.

Bahkan Dunlop bisa tahu tanggal dan grup yang membuat, shift berapa sampai nama personil yang memproduksinya. Tujuannya tentu supaya informasi tentang ban tersebut lebih jelas apa bila sampai ada cacat produksi untuk menjaga kualitas ban tetap maksimal.


“Selama kondisi ban layak pakai, paling penting indikator TWI di dinding ban tidak kurang dari 1,6 mm,” terangTonny. Cuaca tropis Indonesia memang berpotensi mengurangi usia pakai ban kalau tata cara penyimpanannya tidak diperhatikan dengan benar.

“Tendensinya 3 tahun karet ban bisa mengeras atau retak, selama tidak rusak ban masih bisa saja dipakai,” ulas Putut Setiawan, staf marketing PT. Sumi Rubber Indonesia. Nah perhatikan yuk bagaimana syarat ban layak pakai termasuk cara menyimpan yang benar.

Selama ban dalam kondisi terpasang di pelek alias terpakai, pertama cek tekanan angin sudah sesuai yang direkomendasikan masing-masing pabrikan. Gunanya untuk menyakinkan keausan tapak ban rata dan tidak ada kerusakan di sekitar tapak atau pun dinding ban, termasuk bead atau bibir ban yang menempel di pelek.

Seandainya bocor, yakinkan cara penambalan sudah dikerjakan dengan cara yang betul. Jadi, selama tapak ban masih tebal dan kondisi ban masih sesuai syarat tersebut, walau usia ban lebih dari 5 tahun, jangan ragu beli ban baru lagi.